Senin, 02 April 2018

Mengurangi Apatisme dikalangan Mahasiswa



MENGURANGI APATISME DIKALANGAN MAHASISWA
Oleh Ramadani
Mahasiswa UIN SUSKA Riau
Prodi Pendidikan Matematika

Mahasiswa adalah sebuah kata yang banyak menumbuhkan banyak pandangan, namun dari hal tersebut kita ketahui bersama bahwa mahasiswa terbentuk dari dua kata, yaitu “maha” dan “siswa”. Jika diartikan secara awam saja maha diartikan “yang” dan demikian siswa dapat diartikan “pelajar”. Maka dari secara keseluruhan mahasiswa berarti “yang terpelajar”.
Setiap mahasiswa yang menginjak dunia kampus mempunyai tujuan masing masing. Dalam hal ini, apakah mereka ingin menjadi mahasiswa akademik dengan hanya fokus pada studynya, atau mungkin menjadi mahasiswa yang sibuk dengan organisasi kampus. Semua hal itu mereka yang menjalani dan masing masing akan ada konsekuensinya, jadi tidakk ada salahnya. Tetapi sebaiknya ingatlah bahwa niat belajar dikampus adalah untuk menuntut ilmu dan lulus dengan cepat itulah hal yang diharapkan oleh semua orangtua.
Mahasiswa apatis?
Apatis sering kali kita sebut “masa bodoh” atau tidak peduli. Kemudian kita harus Ketahui juga penyebabnya, faktor pertama adalah sikap hedonisme atau lebih dikenal dengan hura-hura. Banyak sekali, khusunya dikalangan mahasiswa ataupun kaum muda yang senang dengan hal ini. Dan tak di pungkiri juga hal ini dapat mengubah mereka dari yang kutu buku hingga menyukai kegiatan cliub malam, narkoba atau miras.
Faktor berikutnya adalah tidak ada insentif sama sekali untuk masuk ke organisasi mahasiswa. Mereka tidak tertarik untuk masuk karena mereka menganggap ada hal yang lebih menarik lagi dari kegiatan berorganisasi,misalnya main game, tidur dirumah dan lain-lain.
Dalam hal ini untuk mengurangi sifat apatisme dikalangan para mahasiswa adalah:
1.      Ajak mereka untuk bergabung dalam organisasi.
Sebagian mereka mungkin berpikir ngapain sih ikut organisasi, bikin capek aja, mending pulang kekos, istirahat. Mungkin mereka tidak memahami pentingnya ikut organisasi, kalo dilihat dari segi luarnnya saja, memang organisasi itu hal yang membuat capek, ngurus sana sini, itu bagi orang yang tidak terjun langsung dalam kegiatan organisasi tersebut, sebenarnya didalam organisasi banyak sekali hal yang didapat, dan itu tidak akan kita dapatkan dalam pelajaran mata kuliah. ketika seorang mahasiswa tersebut sudah menyelesaikan studi nya maka saat mereka terjun ke masyarakat, mereka pasti akan bergorangisasi, sederhana nya saja, saat mereka sudah berumah tangga, saat itulah mereka secara tidak langsung sudah masuk dalam organisasi rumah tangga, karena disana mereka akan saling bekerjasama bagimana membangun rumah tangga yang harmonis. Sel yang begitu kecil pun melakukan organisasi yang disebut organisasi kehidupan, sehingga menjadi makhluk hidup.
Dengan berorganisasi, kita akan dapat menjadikan diri lebih peduli, bisa berbagi, bekerja dalam tim, dan hal positif lainnya.
2.      Jangan malas mikir.
Yang dialami generasi muda zaman now adalah malas mikir. Misalnya saja malas membaca. Apalagi dengan kecanggihan teknologi sekarang membuat para mahasiswa harus kuat dan mau bekerja membagi waktunya. Para generasi muda harusnya rajin baca berita, baca koran, rajin nonton berita di tv mengenai hal hal yang terjadi pada bangsa kita saat ini serta mendiskusikannya, dan hal itu dapat mengurangi sifat apatisme para generasi muda zaman now.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar